Senin, 11 Juli 2016

Jurnal Umum (pertemuan 10)

                                                       JURNAL UMUM


           Pengertian jurnal atau buku harian adalah formulir khusus yang digunakan dalam mencatat setiap aktivitas transaksi secara kronologis sesuai urutan tanggal ke dalam jumlah yang harus di debet dan di kredit. Jurnal di dalam praktik akuntansi adalah tempat pertama kali untuk mencatat transaksi. Jurnal sendiri berasal dari bahasa Perancis (jour) artinya adalah hari.

          Buku jurnal berguna untuk menganalisis bukti transaksi sebelum dicatat ke dalam akun. Memang akan lebih praktis apabila bukti transaksi langsung dicatat ke akun yang terpengaruh. Namun ada beberapa kelemahan yang dapat terjadi, diantaranya sulit menemukan kesalahan apabila terjadi kesalahan dalam pencatatan. Di samping itu juga tidak ada catatan mengenai terjadinya transaksi dalam suatu perusahaan. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi kelemahan-kelemahan tersebut maka pencatatan dilakukan dengan bertahap. Terlebih dahulu lakukan analisa dan pencatatan ke dalam buku jurnal sebelum bukti transaksi di catat pada akun.


           Ada beberapa macam bentuk jurnal, pada dasarnya bentuk jurnal dibedakan menjadi duka, yakni jurnal umum dan jurnal khusu. Pada pembahasn kali ini kita akan fokus pada pembahasan jurnal umum. Jurnal umum adalah tempat untuk mencatat seluruh aktivitas transaksi keuangan tanpa terkecuali, sedangkan jurnal khusus adalah tempat untuk mencatat beberapa jenis transaksi tertentu yang berkaitan dengan jurnal khusus tersebut. Pada dasarnya pihak perusahaan bebas memilih pemakaian jenis buku jurnal, tapi ada baiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Dasar pemilihan penggunaan buku jurnal mempertimbangkan faktor efektivitas dan efisiensi bagi perusahaan.

             Penjurnalan atau pencatatan transaksi pada jurnal umum adalah tahap kedua dalam siklus akuntansi setelah melakukan analisa terhadap bukti transaksi. Kegiatan pejurnalan adalah penggolongan semua transaksi ke dalam akun masing-masing. Sebagai contoh, Tuan Victor meyetorkan uang untuk modal PT. Victory. Dari kegiatan atau aktivitas ini akan berpengaruh pada dua akun yaitu akun kas (aktiva) dan modal Tuan Victor (ekuitas).

Dari penjelasan di atas, jurnal mempunyai beberapa fungsi:

1. Fungsi Historis

Artinya, setiap bukti transaksi dilakukan secara kronologis,urut, sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi.

2. Fungsi Mencatat
Artinya, semua transaksi jangan sampai ada yang
tertinggal dicatat dalam buku jurnal.

3. Fungsi Analisis

Artnya, pencatatan pada jurnal adalah hasil analisis yang berwujud pendebitan dan pengkreditan akun-akun yang terpengaruh beserta jumlahnya.
4. Fungsi Instruktif
Artinya, catatan yang terdapat pada jurnal adalah perintah untuk melakukan pendebitan dan pengkreditan akun buku besar sesuai dengan catatan yang terdapat pada jurnal.

5. Fungsi Informatif

Artinya, fungsi dari jurnal adalah memberikan informasi atau penjelasan mengenai transaksi yang terjadi untuk dilakukan pencatatan.

Manfaat Jurnal Umum
Ada beberapa hal yang akan kita ketahui dalam proses pencatatan pada buku jurnal, diantaranya:

- Dianalisa untuk mengetahui apakah akan menimbulkan bertambah atau berkurangnya satu atau lebih suatu perkiraan.
- Dilakukan analisa untuk mengetahui jumlah yang akan dicatat pada satu atau lebih perkiraan.

- Dilakukan analisa untuk mengetahui berapa perkiraan yang akan di debet dan di kredit.

- Dilakukan analisa untuk mengetahui jumlah yang di debet dan di kredit harus sama.

- Dibuat referensi (tanda) untuk mengetahui suatu jumlah sudah dilakukan posting ke perkiraan yang tepat pada buku besar, sesuai nomor perkiraannya.

Bentuk Jurnal Umum

Keterangan:

1 : Diisi tahun, bulan, serta tanggal transaksi. Untuk tahun cukup ditulis sekali saja tiap halaman judul, kecuali ada pergantian tahun. Sama halnya dengan bulan.

2 : Diisi nomor bukti transaksi

3 : Diisi oleh akun yang akan didebet dan dikredit. Aturan untuk penulisan akun yang didebet di mulai dari kiri, dan akun kredit ditulis di bawahnya sedikit ke kanan.

4 : Kolom referensi diisi dengan kode akun yang angkanya sudah dipindahkan ke buku besar.

5 : Diisi nilai nominal akun yang didebet

6 : Diisi nilai nominal akun yang dikredit

7 : Penambahan keterangan singkat mengenai transaksi (tidak mutlak ada)
Setelah proses pencatatan transaksi pada buku besar selesai, kemudian siklus akuntansi yang berikutnya adalah pemindahan masing-masing akun ke dalam buku besar. Untuk lebih memahami pengerjaan dan pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum, bukalah halaman

Contoh :
Tuan Victor membangun sebuah perusahaan yang diberi nama PT. Victory, perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pelayanan jasa transportasi. Berikut beberapa transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2013:
2 Januari, Untuk mendirikan perusahaan, Tuan Victor menginvestasikan uangnya sebesar Rp.10.000.000,00 dan kendaraan seharga Rp. 20.000.000,00 nomor bukti 001
3 Januari, Pembelian perlengkapan secara tunai seharga Rp. 200.000,00 nomor bukti 002
4 Januari, Pembelian peralatan seharga Rp. 6.000.000, 00 yang sudah dibayar secara tunai sebanyak Rp. 1.000.000,00 dan sisanya akan dibayar 3 bulan lagi dengan nomor bukti 002A
6 Januari, Dibayar dimuka sewa gedung untuk operasional perusahaan sebesar Rp. 1.000.000,00 untuk masa satu tahun dengan nomor bukti 003
8 Januari, Dibayar rekening telepon, listrik, dan air untuk bulan ini Rp. 225.000,00 nomor bukti 004
11 Januari, Diterima pendapatan sebesar Rp. 2.500.000,00 dengan nomor bukti 005
13 Januari, Dibayar beban pemasangan iklan di harian Suara Merdeka untuk 6 kali penerbitan mingguan sebesar Rp. 250.000,00 nomor bukti
006
15 Januari, Dibayarkan premi asuransi Rp. 220.000,00 nomor bukti 007
18 Januari, Difakturkan tagihan terhadap Nona Amel atas biaya jasa yang telah diselesaikan sebesar Rp. 3.100.000,00 dengan nomor bukti 008
20 Januari, Menerima pinjaman dari pihak Bank Mandiri sebesar Rp. 7.000.000,00
24 Januari, Pengambilan uang tunai untuk keperluan pribadi oleh Tuan Victor sebesar Rp. 750.000,00 nomor bukti 010
26 Januari, Dibayar beban lain-lain Rp. 150.000,00 nomor bukti 011
28 Januari, Dibayar upah karyawan sebesar Rp. 700.000,00 nomor bukti 012
30 Januari, Dibayar untuk angsuran utang pembelian peralatan sebesar Rp. 400.000,00 nomor bukti 013
Berikut pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum:

Ketelitian dan ketepatan sangat diperlukan dalam menyusun jurnal umum akuntansi. Semoga salah satu contoh di atas dapat memberikan sedikit gambaran tentang cara menyusun dan menyelesaikan soal jurnal umum akuntansi.

Jurnal Khusus (pertemuan 9)

JURNAL KHUSUS


        A. PENGERTIAN 


         Pada pelajaran yang lalu telah dipelajari jurnal dengan dua kolom, yang disebut juga sebagai Jurnal Umum (General Journal).
Jurnal ini dipakai untuk mencaatat semua transaksi yang terjadi.
Bagi perusahan besar dimana transaksi yang terjadi berulang ulang , pemakaian saatu jurnal tidaklah praktis daan tidak efisien.
       Maka perlu dipakai jurnal bentuk lain yaitu Jurnal Khusus (Spesial Journal).
Dengan jurnal khusus dapat diadakan pembagian tugas, misalnya pencatatan pembelian dilakukan oleh satu orang pencatatan penjuaalan dilakukan oleh satu orang, begitu juga pencatatan penerimaan atau pengeluaran uang tunai. Disaamping itu pada  mjurnal khusus dapat disediakan kolom untuk rekening-rekening yang perubahannya berulang-ulang , sehingga pencatatannya cukup dengan menuliskan jumlah (angka) pdaa kolom rekening yang sesuai.
Maka dengan dipakainya jurnal khusus akan tercapai efisiensi dan pencatatannya lebih praktis.

         B. JENIS-JENIS JURNAL KHUSUS
          Setiap perusahaan secara bebas dapat menemukan jurnal khusus yaang akan dipergunakan.
Untuk menentukan jurnal khusus yaang akaan dipakai, terlebih dahulu perusahaan mengadakan inventarisasi jenis transaksi yaang terjadinya berulang-ulang.
Jenis-jenis jurnal khusus yang dapat dipergunakan antara lain :
  1. Jurnal pembelian (Purchase Journal).
  2. Jurnal Pengeluaran kas (Cash disbursement journal)
  3. Jurnal penjualan ( Sales journal )
  4. Jurnal penerimaan kas ( Cas Receipt Journal )
  5. Jurnal umum ( General journal )
Jika sering teradi penerimaan kembali barang yang di jual dan penerimaan kembali barang yang dibeli , dapat disediakan jurnal retur penjualan dan jurnal retur pembelian.

         C. JURNAL PEMBELIAN
Jurnal pembelian dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi pembelian secara kredit.
Pemakaian jurnal ini bertujuan untuk menyederhanakan pencatatan dalam jurnal dan memudahkan posting ( pembukuan ) kedalam rekening-rekening buku besar .
Pencatatan dalam juranal pembelian dilakukan secara harian atas semua transaksi pembelian kredit, sesuai dengan tanggal teradinya transaksi, sedangkan posting kealam rekening-rekening buku besar dilakukan secara komulatif pada akhir bulan.
Perusahaan dapat menyediakan jurnal pembelian untukmencatat pembelian barang dagangan secara kredit saja, dapat pula menyediakan jurnal pembelian untuk mencatat semua pembelian keredit baik untuk barang dagangan maupun yanglain-lain.
Jika jurnal pembelian hanya digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan secara kredit dapat berbentuk sebagai berikut:
Jurnal pembelian                                                                     Halaman…………
Tanggal No Faktur Keterangan Syarat Pembayaran Ref Jumlah
1)
2) 3) 4) 5) 6)







Keterangan;
  1. Kolom tanggal untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi pembelian.
  2. Untuk mencatat nomor faktur atas pembelian barang dagangan.
  3. Tempat mencatat nama dan alamat kreditur, darimana perusahaan membeli barang dagangan tersebut.
  4. Untuk mencatat syarat pembayaran sebagaimana tercatum dalam faktur, misalnya 2/10,n/30
  5. Tempat memberi tanda ( v ) setelah jumlah tersebut dipindahkan kerekening-rekening buku besar pembantu yang sesuai.
  6. Tempat mencatat jumlah rupiah sesuai dengan yang tercatat dalam faktur.
Jika jurnal pembelian digunakan untuk mencatat semua pembelian secara kredit, baik untuk barang dagangan maupun lain-lain,maka disediakan kolom untuk rekening-rekening yang sering berulang terjadi, sedangkan untuk rekening yang jarang terjadi disediakan kolom serba-serbi, sehingga bentuknya dapat sebagai berikut:
Jurnal Pembelian                                                                                         Halaman ………
Tanggal No. Faktur Keterangan Syarat Pemba-yaran Ref Debet Kredit
Pembe- lian Perleng – kapan Serba Serbi Utang Dagang


Ref Rekening Jumlah
























Keterangan :
Jika terjadi pembelian barang yang kolomnya sudah tersedia maka pencatatannya dilakukan sebagai berikut :
–         Mencatat tanggal kejadian, nomor faktur dan syarat pembayaran pada kolom yang tersedia.
–         Mencatat nama dan alamat kreditur pada kolom keterangan.
–         Mencatat jumlah rupiah pada sisi debet di kolom rekening yang sesuai dan pada sisi kredit pada kolom utang dagang.
Jika terjadi pembelian barang secara kredit sedangkan kolomnya tidak tersedia secara khusus, maka nama rekening dan jumlahnya dicatat pada kolom serba-serbi, dan selanjutnya jumlahnya dicatat pula pada sisi kolom utang dagang.
Contoh :
Perusahaan dagang Nurani dalam bulan maret 1991 mencatat transaksi-transaksi berikut, yang berhubungan dengan pembelian secara kredit :
2 Maret            Dibeli barang dagang dari pt. Agung dengan harga Rp. 750.000,00 syarat pembayaran 2/10, n/30.
9 Maret            Dibeli secara kredit dari toko merapi, perlengkapan toko seharga Rp. 125.000,00.
12 Maret          Dibeli dari PD. Rinjani barang dagang seharga Rp. 1.500.000,00 syarat pembayaran 2/10, n/60.
15 Maret          Dibeli barang dagang dari toko Muria dengan syarat pembayaran 1/10, n/30 seharga Rp. 900.000,00.
18 Maret          dibeli secara kredit dari toko Bromo perlengkapan toko seharga Rp. 250.000,00.
25 Maret          Dibeli peralatan untuk kantor dengan harga Rp. 750.000,00.
Jika jurnal pembelian berfungsi untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit saja, maka transaksi-transaksi diatas dicatat sebagai berikut :
Jurnal Pembelian                                                                                         Halaman : 05
Tanggal Keterangan Syarat pembayaran Ref Jumlah
Maret 2 12
15
PT. Agung PD. Rinjani
Toko muria
2/10, n/30 2/10, n/60
1/10, n/30

Rp.    750.000,00 Rp. 1.500.000,00
Rp.    900.000,00
Rp. 3.150.000,00
Jurnal Umum                                                                                               Halaman : 02
Tanggal Rekening dan Keterangan Ref Debet Kredit
Maret 9 18
25
Perlengkapan Utang dagang, Toko
Merapi
Perlengkapan
Utang dagang, Toko
Bromo
Peralatan
Utang dagang, Toko
Merapi

Rp.   125.000,00 –
Rp.   250.000,00
–
Rp.   750.000,00
–
– Rp.   125.000,00
–
Rp.   250.000,00
–
Rp.   750.000,00






Jika jurnal pembelian dipakai untuk mencatat pembelian secara kredit, baik untuk barang dagang maupun lain-lain, maka pencatatannyasebagai berikut :
Jurnal Pembelian                                                                                          Halaman : 05
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Utang Pembelian Serba Serbi Utang Dagang

Rekening Jumlah
1991
Maret
2
9
12
15
18
25
PT. Agung
Toko Merapi
PD. Rinjani
Toko Muria
Toko Bromo
Toko Merapi

750.000,00
–
1.500.000,00
900.000,00
–
–
–
125.000,00
–
–
250.000,00
–

Peralatan –
–
–
–
–
750.000,00
750.000,00
125.000,00
1.500.000,00
900.000,00
250.000,00
750.000,00
3.150.000,00 375.000,00 750.000,00 4.275.000,00
D.      JURNAL PENGELUARAN KAS
Jurnal pengeluaran kas dipergunakan untuk mencatat semua transaksi pengeluaran atau pembayaran dengan uang tunai.
Jurnal pengeluaran kas dapat berbentuk sebagai berikut :
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Utang Pembelian Serba Serbi Kas Potongan Pembelian
Ref Rekening Jumlah






















Penjelasan:
Transaksi yang kolomnya sudah tersedia, pencatatannya dilakukan sebagai berikut:
  1. Mencatat tanggal,nomor bukti, pada kolom yang tersedia.
  2. Mencatat nama dan alamat debitur atau keterangan lain yang bersangkutan dengan transaksi, pada kolom keterangan.
  3. Mencatat jumlah disisi debet pada kolom rekening yang sesuai dan sisi kredit kolom kas.
Transaksi yang kolomnya tidak tersedia, pencatatannya dilakukan seperti diatas, namun untuk nama rekening dan jumlahnya dicatat pada kolom serba-serbi.
Kolom kas untuk mencatat jumlah uang yang dibayarkan sedangkan kolom potongan pembelian untuk mencatat jumlah potongan atas pembayaran utang karna melunasi dalam masa potongan.
Contoh:
Perusahaan dagang Nurani dalam bulan Maret 1991 mencatat transaksi-transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran kas sebagai berikut:
1 Maret            Dibeli tunai barang dagang dari toko Ciliwung seharga Rp.  650.000,00.
4 Maret            Dibeli dari toko Cisadane mesin tik untuk kantor dengan harga Rp.  475.000,00.
5 Maret            Dibayar utang kepada toko Merpati sebesar Rp.  250.000,00.
7 Maret            Dibeli tunai barang dagang dari toko citarum dengan
Harga………………………………….          Rp.  500.000,00
Rabat 10%…………………………….          Rp.    50.000,00 –
Dibayar per kas                                                Rp. 450.000,00
11 Maret          Dibayar utang kepada PT. Agung sebesar Rp.  720.000,00 dengan memperoleh potongan tunai 2%.
13 Maret          Dibeli kertas tik, karbon, clip secara tunai dengan harga Rp.  125.000,00.
20 Maret          Dibayar lunas faktur toko Muria tanggal 15 Maret yang lalu sebesar Rp.  900.000,00 dengan potongan tunai 1%.
30 Maret          Dibayar gaji kariyawan Rp.  500.000,00.
Pencatatannya dalam jurnal pengeluaran kas adalah sebagai berikut:
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Utang Pembelian Serba Serbi Kas Potongan Pembelian
Ref Rekening Jumlah
1991 Maret 1
4
5
7
11
13
20
30
Pembelian tunai
Mesin tik
Toko Merapi
Pembelian tunai
PT. Agung
Kertas tik,karbon, clip
Toko Muria
Gaji karyawan

–
–
250.000,00
–
720.000,00
–
900.000,00
–
650.000,00
–
–
450.000,00
–
–
–
–

–
peralatan
perlengk.
Beban gaji
–
475.000,00
–
–
–
125.000,00
–
500.000,00
650.000,00
475.000,00
250.000,00
450.000,00
705.000,00
125.000,00
891.000,00
500.000,00
–
–
–
–
14.400,00
–
9.000,00
–




1.870.000,00 1.100.000,00

1.100.000,00 4.046.600,00 23.400,00


        E. JURNAL PENJUALAN
Jurnal penjualan dipergunakan untuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit.
Jurnal penjualan dapat berbentuk sebagai berikut:
Jurnal Penjualan                                                                                          Halaman : …..
Tanggal No. Faktur Keterangan Syarat pembayaran Ref Jumlah
1)
2) 3) 4) 5) 6)







Keterangan:
  1. Tempat mencatat tanggal terjadinya transaksi.
  2. Tempat mencatat nomor faktur.
  3. Diisi dengan nama debitur beserta alamatnya.
  4. Tenpat mencatat syarat pembayaran, misalnya 2/10, n/30.
  5. Untuk memberi tanda (v) jika jumlah tersebut sudah dipindahkan kebuku besar pembantu piutang.
  6. Untuk mencatat jumlah sesuai dengan yang terdapat pada faktur.
Contoh:
Perusahaan dagang Nurani dalam bulan Maret 1991 mencatat transaksi-transaksi    penjualan    barang dagang secara kredit sebagai berikut:
5 Maret         Dijual kepada toko Sumba barang  dagang dengan harga Rp. 650.000,00 syarat pembayaran 2/10, n/30 No. Faktur 021.
8 Maret         Faktur No. 013 dikirimkan kepada toko Melati atas penjualan barang seharga Rp. 800.000,00 syarat pembayaran 1/10,n/60.
21 Maret       Dijual kepada toko Sawu barang dagang dengan harga Rp. 1.200.000,00 syarat pembayaran 3/10, n/30 No. Faktur 014.
28 Maret       Dijual kepada toko Mawar barang dagang seharga Rp. 600.000,00 syarat pembayaran 2/10, n/30. No. Faktur 015.
Pencatatannya dalam jurnal penjualan:
Jurnal Penjualan                                                                                    Halaman : 09
Tanggal No. Faktur Keterangan Syarat pembayaran Ref Jumlah
Maret –
–
–
5 8
21
28
012 013
014
015
Toko Samba Toko Melati
Toko Sawu
Toko Mawar
2/10, n/30 1/10, n/60
3/10, n/30
2/10, n/30

Rp.   650.000,00 Rp.   800.000,00
Rp.1.200.000,00
Rp.   600.000,00
Rp.3.250.000,00


         F. JURNAL PENERIMAAN KAS
Jurnal penerimaan kas dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi penerimaan uang tunai.
Kolom-kolom dalam jurnal penerimaan dalm kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan .
Jurnal penerimaan kas dapat berbentuk sebagai berikut:
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Kas Potongan Penjualan Piutang Penjualan Serba serbi
Ref Rekening Jumlah










Penjelasan:
Transaksi yang kolom rekeningnya sudah tersedia, dicatat tanggal kejadianya pada kolom tanggal , nama dibetur atau keterangan lain pada kolom keterangan, sedangkan jumlahnya dicatat di sisi debit pada kolom kas, dan sisi kredit pada kolom yang sesuai.
Transaksi yang kolom rekeningnya tidak tersedia, jumlahnya dicatat pada kolom kas disisi debet dan nama rekening serta jumlahnya dicatat pada kolom serba-serbi.
Kolom kas untuk mencatat uang yang diterima, sedangkan kolom potongan penjualan untuk mencatat jumlah potongan yang diberikan karena pelunasan piutang dalam masa potongan.
Setiap transaksi paling sedikit dicatat dalm dua kolom, yaitu satu kali di sisi debet dan satu lagi disisi kredit.
Contoh:
Perusahaan dagang Nurani dalam bulan Maret 1991 mencatat transaksi-transaksi yang berhubungan dengan penerimaan kas sebagai berikut:
6   Maret       Dijual tunai kepada toko Toba barang dagang dengan harga Rp. 475.000,00.
8   Maret       Diterima dari toko Mawar sebesar Rp. 350.000,00.
14 Maret       Diterima dari toko Sumba pelunasan faktur tanggal 5 Maret sebesar Rp. 625.000,00 dengan potongan tunai 2%.
16 Maret       Dijual barang dagang secara tunai kepada toko Tondano seharga Rp. 250.000,00.
19 Maret       Diterima dari toko Melati pelunasan faktur tanggal 8 Maret 1991 sebesar Rp. 800.000,00 .
21 Maret       Diterima uang sewa sebagian ruangan sebesar Rp. 250.000,00.
22 Maret       Diterima dari toko Sawu Rp. 625.000,00 sebagai pelunasan utangnya.
26 Maret       Dipinjam uang dari BNI 1946 uang sebesar Rp. 2.000.000,00.
Pencatatan dalam jurnal penerimaan kas adalah sebagai berikut:
Jumlah Penerimaan Kas                                                                                                                                 Halaman : 05
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Kas Potongan Penjualan Piutang Penjualan Serba serbi
Ref Rekening Jumlah
1991
Maret
6
8
14
16
19
21
22
26
Penjualan tunai
Toko Mawar
Toko Samba
Penjualan tunai
Toko melati
Sewa ruangan
Toko sawu
Pinjaman Bank

475.000,00
350.000,00
611.500,00
250.000,00
800.000,00
250.000,00
625.000,00
2.000.000,00
–
–
13.500,00
–
–
–
–
–
–
350.000,00
625.000,00
–
800.000,00
–
625.000,00
–
475.000,00
–
–
250.000,00
–
–
–
–

Pendapatan sewa
Utang Bank
–
–
–
–
–
250.000,00
2.000.000,00
5.361.500,00 13.500,00 2.400.000,00 725.000,00 2.250.000,00


G.        JURNAL UMUM (MEMORIAL)
Bagi perusahaan yang memakai jurnal khusus, masih mempergunakan jurnal umum, yang berfungsi untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat di dalam jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas, jurnal penjualan dan juenal penerimaan kas.
4 maret 1991   Dikirim  Nota Debet kepada PT. Agung sehubungan dengan pengembalian barang dagangan yang dibeli karena tidak sesuai dengan mutu pesanan, sebesar Rp. 30.000,00.
7 Maret 1991   Diterima kembali dari toko Sumba barang dagangan sebesar Rp. 25.000,00 karena rusak.
Pencatatannya dalam Jurnal Umum                                                        Halaman : 03
Maret 4 Utang Dagang PT.Agung
Rp 30.000,00 –


Retur Pembelian
– Rp 30.000,00
– 7 Retur Penjualan
Rp 25.000,00 –


Piutaang Dagang, Toko Sumba
– Rp25.000,00
H..JURNAL RETUR PEMBELIAN, JURNAL RETUR PENJUALAN
Di samping  jupnal-jurnal tersebut di atas, masih dapat ditambah jurnal lainnya seperti misalnya :jurnal retur pembelian,jurnal retur penjualan,yaitu jika dalam periode akuntansi yang berjalanterdapat banyak transaksi pembelian yang dikembalikan ataupun penjualan yang dikembalikan.
Contoh:
Jurnal Retur Penjualan                                                                                  Halaman : 04
Tanggal Nota Kredit Debitur Ref Jumlah
Maret 7 032 Toko sumba
Rp 25.000,00

15 033 Toko Aru
Rp 45.000,00





Rp 70.000,00
Jurnal Retur Pembelian                                                                                   Halaman:05
Tanggal Nota Kredit Debitur Ref Jumlah
Maret 4 051 PT. Agung
Rp 30.000,00

11 052 PD. Maju Jaya
Rp 27.500,00





Rp 57.500,00
Pada akhir bulan jumlah jurnal retur penjualan dibukukan pada jurnal penjualan retur debit,dan rekening piutang dagang di sisi kredit.
Jurnal retur pembelian pad akhir bulan dibukukan pada rekening utang  dagang di sisi debit dan rekening retur pembelian di sisi kredit.

Jurnal Penyesuaian (pertemuan 8)


                                                Karakteristik Proses Penyesuaian
 
            Ketika seorang akuntan menyiapkan laporan keuangan, ia berasumsi bahwa masa ekonomis perusahaan dapat dibagi ke dalam periode waktu. Dalam akuntansi berbasis akrual (accrual basis of accounting), pendapatan dicatat dalam laporan laba rugi pada periode saat pendapatan tersebut dihasilkan. Sebagai contoh, pendapatan harus dilaporkan pada saat barang atau jasa telah diberikan kepada pelanggan. Konsep yang mendukung pencatatan pendapatan seperti ini disebut konsep pengakuan pendapatan.
            Pada akuntansi berbasis akrual, beban yang dilaporkan pada periode yang sama dengan pendapatan yang terkait dengan beban tersebut. Sebagai contoh, gaji karyawan dilaporkan sebagai beban pada periode saat karyawan menyediakan jasa untuk pelanggan, yang tidak harus sama waktunya dengan saat dibayarkan.
            Selain berdasarkan akuntansi berbasis akrual dalam pencatatan akuntansi, ada juga berbasis kas. Dalam akuntansi berbasis kas, pendapatan dan beban dilaporkan dalam laporan laba rugi pada suatu periode ketika kas diterima atau saat dikeluarkan. Sebagai contoh, pendapatan dilaporkan ketika kas diterima dari klien, sementara gaji dilaporkan saat kas dibayarkan kepada karyawan.

Proses Penyesuaian
Pada akhir periode akuntansi, banyak saldo akun di buku besar yang dapat dilaporkan tanpa perubahan apapun dalam laporan keuangan. Meskipun begitu, pada akuntansi berbasis akrual beberapa akun dalam buku besar memerlukan pemutakhiran (updating).  Analisis dan pemutakhiran akun-akun pada akhir periode sebelum laporan keuangan disiapkan disebut dengan proses penyesuaian (adjusting process). Sedangkan ayat jurnal yang memutakhirkan saldo akun pada akhir periode akuntansi disebut dengan ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries).
Jenis Akun yang Memerlukan Penyesuaian
            Ada empat akun yang memerlukan ayat jurnal penyesuaian. Golongan pertama adalah golongan yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di awal, yaitu beban dibayar dimuka (prepaid expense) dan pendapatan diterima dimuka (unearned revenues). Golongan ini sering disebut dengan akun tangguhan (deferral). Golongan kedua adalah golongan yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas dibelakang, yaitu akruan pendapatan (accrued revenues) dan akruan beban (accrued expense).
            Beban dibayar dimuka (prepaid expense) yang kadang disebut juga beban yang ditangguhkan (deffered expense) adalah akun yang awalnya dicatat sebagai aset karena kasnya telah dibayarkan, padahal jasa atau barangnya belum diterima. Aset ini kemudian berubah menjadi beban seiring dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha. Bahan habis pakai (supplies), sewa dibayar dimuka, dan asuransi dibayar dimuka adalah dua contoh beban dibayar dimuka yang memerlukan penyesuaian pada akhir periode akuntansi.
            Pendapatan diterima dimuka (unearned revenues), kadang disebut juga pendapatan yang ditangguhkan (deffered revenues) adalah akun yang awalnya dicatat sebagai kewajiban karena kasnya telah diterima dimuka padahal jasa atau barangnya belum diberikan kepada pelanggan. Kewajiban ini berubah menjadi pendapatan seiring dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha. Contoh pendapatan diterima dimuka dan sewa diterima dimuka. Contoh transaksi yang masuk sebagai pendapatan diterima dimuka adalah menerima pendapatan dimuka atas pesanan barang yang terjadi dibulan yang akan datang.
            Akruan pendapatan (accrued revenues) atau piutang pendapatan adalah pendapatan yang telah dihasilkan, tetapi belum dicatat di akun pendapatan. Contohnya adalah imbalan jasa yang telah diberikan oleh seorang pengacara, namun belum ditagihkan ke kliennya pada akhir periode.
            Akruan beban (accrued expense) atau beban yang masih harus dibayar adalah beban yang telah terjadi tetapi belum dicatat ke akun beban. Contoh akruan beban adalah utang gaji kepada karyawan pada akhir periode, contoh lain utang bunga wesel, utang bunga, dan utang pajak.

Mencatat Ayat Jurnal Penyesuaian
Beban dibayar dimuka
Saldo akun bahan habis pakai SolusiNet pada trial balance sebelum penyesuaian adalah Rp2.000.000. sebagian bahan habis pakai digunakan selama bulan desember, dan masih ada sisa bahan habis pakai yang belum terpakai. Jika diasumsikan pada tanggal 31 desember sisa bahan habis pakai sebesar Rp 760.000, jumlah yang akan dipindahkan dari akun aset kea kun beban adalah Rp 1.240.000 yang dihitung sebagai berikut:
Bahan habis pakai sebelum penyesuaian         Rp 2.000.000
Sisa bahan habis pakai                                       Rp 760.000
bahan habis pakai yang digunakan                 Rp 1.240.000
pada jurnal penyesuaian, prinsip utama pencatatan dalam beban dibayar dimuka adalah “yang sudah digunakan”, sehingga jurnal yang dibuat untuk kasus tersebut adalah:
beban bahan habis pakai                 Rp 1.240.000
            bahan habis pakai                             Rp 1.240.000
Pendapatan diterima dimuka
Berdasarkan daftar saldo (trial balance) sebelum penyesuaian, saldo aun Sewa Diterima dimuka adalah Rp 360.000. Saldo ini mencerminkan penerimaan sewa tiga bulan dari 1 Desember, januari, dan februari. Karena pembuatan laporan keuangan terjadi di akhrir bulan desember, maka sewa diterima dimuka yang harus diakui sebagai pendapatan adalah satu bulan mulai dari 1 desember sampai dengan 31 desember yaitu sebesar Rp 120.000 (Rp 360.000 : 3 bln = Rp120.000/bln). Jika dicatat dalam jurnal penyesuaian maka :
Pendapatan sewa diterima dimuka                         Rp 120.000
            Pendapatan jasa                                                                    Rp 120.000
Prinsip utama dalam pendapatan diterima dimuka ini sama seperti dengan beban diterima dimuka, yaitu pendapatan yang dicatat adalah pendapatan yang sudah diakui sesuai dengan yang sudah terjadi. Dalam kasus diatas, pendapatan yang sudah terjadi adalah selama satu bulan saja.
Akruan pendapatan
Selama satu periode akuntansi, sebagian pendapatan dicatat hanya saat kas diterima, jadi pada akhir periode, ada akun pendapatan yang telah dihasilkan tetapi belum dicatat. Untuk kasus ini, jumlah pendapatan tersebut perlu dicatat dengan mendebit akun aset dan mengkredit akun pendapatan.
Contohnya, diasumsikan SolusiNet menandatangani perjanjian dengan perusahaan Rahmat pada tanggal 15 Desember. Perjanjian tersebut menyatakan bahwa SolusiNet akan menyediakan jasa konsultasi computer melalui telepon dan memberikan bantuan pada karyawan Rahmat. Jasa yang disediakan akan ditagihkan kepada rahmat pada tanggal 15 setiap bulan dengan biaya Rp20.000 per jam. Per 31 desember, SolusiNet telah memberikan 25 jam jasa konsultasi pada perusahaan Rahmat. Meskipun pendapatan sebesar Rp 500.000 (25 jam x Rp20.000) akan ditagihkan ke perusahaan Rahmat pada tanggal 15 Januari, SolusiNet harus mengakui pendapatan pada bulan Desember tersebut. Sehingga ayat jurnal penyesuaian untuk kasus ini adalah :
Piutang Usaha                                   Rp 500.000
            Pendapatan jasa                                Rp 500.000
Pada kasus tersebut akun yang didebit adalah piutang usaha, hal ini terjadi karena perusahaan beum menerima kas, kas baru akan diterima pada tanggal 15 januari sehingga akun yang tepat untuk mencatat aset perusahaan adalah Piutang Usaha.
Akruan beban
Beberapa jenis jasa, seperti asuransi, biasanya dibayar sebelum digunakan. Pembayaran di muka ini merupakan beban yang ditangguhkan (deferral). Jenis jasa lainnya dibayar setelah digunakan. Sebagai contoh, beban gaji diakumulasikan per jam dan per hari, namun pembayaran mungkin dilakukan secara mingguan, dua mingguan, atau bahkan bulanan. Jumlah beban gaji yang terjadi, namun masih terutang di akhir periode akuntansi merupakan beban sekaligus kewajiban. Jika hari terakhir dari periode pembayaran gaji bukan merupakan har terakhir periode akuntansi, beban gaji yang terjadi dan kewajiban yang terkait harus dicatat menggunakan ayat jurnal penyesuaian.
            Contoh kasus, pada bulan desember utang gaji yang harus dicatat untuk SolusiNet adalah Rp250.000. Jumlah ini adalah beban tambahan di bulan Desember dan didebit pada akun beban gaji. Jumlah ini merupakan kewajiban pada tanggal 31 Desember dan dikrdit pada Utang Gaji. Ayat penyesuaian dan akun T-nya adalah sebagai berikut:
Beban Gaji                 250.000
Utang Gaji                 250.000
Beban Penyusutan
Sumber daya fisik yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dan bersifat permanen atau memiliki masa kegunaan yang panjang dinamakan ast tetap (fixed assets atau plant assets). Contoh aset tetap adalah peralatan, seperti: meja , kursi, koputer, dll. Namun seiring berlalunya waktu, peralatan akan kehilangan kemampuannya untuk memberikan manfaat bagi peggunanya. Penurunan manfaat ini disebut penyusutan atau depresiasi (depreciation).
Semua aset kecuali tanah akan kehilangan manfaatya dan sulit untuk diukur. Penurunan manfaat aset yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan dicatat sebagai beban. Karena alas an itulah, sebagaian dari biaya aset etap dicatat sebagai beban setiap tahun sepanjang masa manfaatnya. Beban periodic ini disebut beban penyusutan (depreciation expense).
Contoh kasus; ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan bulan Desember SolusiNet digambarkan dalam ayat jurnal dan akun T berikut. Estimasi besarnya penyusutan untuk bulan tersebut diasumsikan Rp50.000
Beban Penyusutan                                        50.000
Akumulasi Penyusutan-Peralatan Kantor             50.000

Dana Kas Kecil (pertemuan 7)



                         Kas Kecil

1.      DEFINISI DANA KAS KECIL ( PETTY CASH )
Kas kecil adalah sejumlah uang kas atau uang tunai yang disediakan perusahaan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relaatif kecil dan tidak ekonomis apabila dibayar dengan cek. Pengeluaran yang relatif kecil misalnya pembelian perangko, meterai, pembayaran rekening listrik, telepon dan sebagainya.
 Dana kas kecil yang diserahkan kepada juru bayar kas kecil perusahaan akan bertanggungjawab penuh atas pengeluaran dan penggunaan kas kecil selama periode tertentu.

2.      Peralatan Pengelolaan Kas Kecil
Peralatan yang dibutuhkan untuk pengelolaan dana kas kecil, yaitu :
a. Form permintaan pengisian dana kembali kas kecil.
b. Form permintaan pengeluaran kas kecil.
c. Jurnal pengeluaran kas.
d. Buku jurnal kas kecil.
e. Buku laporan penggunaan kas kecil.
f. Buku pengeluaran kas kecil.
g. Alat tulis dan alat hitung.

3.      PROSEDUR PENGELOLAAN DANA KAS KECIL
a. Prosedur Pembentukan Dana Kas Kecil
Dana kas kecil di bentuk (disediakan) berdasarkan surat keputusan kepala bagian keuangan. Dalam perusahaan yang memiliki standar prosedur akuntansi semua jenis pengeluaran kas melibatkan bagian hutang sehingga unit organisasi yang terlibat dalam prosedur pembentukan dana kas kecil adalah bagian hutang, bagian kasa, dan bagian pemegang dana kas kecil. Tugas masing-masing adalah sebagai berikut :

1. Bagian Hutang
  • Menerima surat keputusan, pembentukan dana kas kecil dari kepala bagian keuangan.
  • Membuat bukti pengeluaran kas dalam tiga rangkap. Lembar 1 dan 3 diserahkan kepada bagian kasa dilampiri surat pembentukan dana kas kecil. Lembar 2 diserahkan kepada bagian buku pembantu yang terkait misalnya, bagian kartu biaya dan kartu persediaan untuk disisipkan.
  • Mencatat bukti pengeluaran kas dalam daftar bukti kas keluar yang belum dibayar (berfungsi sebagai buku pembantu hutang).
  • Menerima bukti pengeluaran kas lembar 1 yang telah dicap lunas dari bagian kasa dilampiri surat keputusan pembentukan dana kas kecil.
  • Mencatat nomor cek dan tanggal pembayaran sesuai data bukti pengeluaran kas yang telah dicap lunas dalam daftar bukti kas keluar pada kolom yang disediakan.
  • Menyerahkan bukti kas pengeluaran kas lembar 1 yang telah dicap kepada bagian jurnal dan laporan.
2. Bagian Kasa
  • Menerima bukti pengeluaran kas lembar 1 dan 3 dilampiri surat pembentukan dana kas kecil dari bagian hutang.
  • Menyediakan cek sebesar jumlah yang tercantum dalam bukti pengeluaran kas untuk ditanda tangani oleh pejabat perusahaan yang berwenang mengeluarkan kas.
  • Membubuhkan cap tanda lunas pada bukti pengeluaran kas lembar 1 dan 3 serta surat pembentukan dana kas kecil.
  • Menyerahkan bukti pengeluaran kas lembar 1 ke bagian hutang dilampiri surat bukti pembentukan dana kas kecil, dan lembar ke 3 diserahkan kepada pemegang dana kas kecil.
3. Bagian Jurnal dan Laporan
  • Menerima bukti pengeluaran kas lembar 1 yang telah di cap lunas dilampiri surat pembentukan dana kas kecil dari bagian hutang.
  • Mencatat bukti pengeluaran kas dalam buku jurnal pengeluaran kas (register cek)
  • Mengarsipkan bukti pengeluaran kas bersama surat keputusan pembentukan dana kas kecil dalam map arsip bukti pengeluaran kas (voucher) yang sudah dibayar.
4. Pemegang Dana Kas Kecil
  • Menerima cek dan bukti pengeluaran kas lembar 3 dari bagian kasa
  • Menguangkan cek ke bank dan menyimpan dana kas kecil
  • Mengarsipkan bukti pengeluaran berdasarkan urutan tanggal.
Formulir yang digunakan dalam pengeluaran dana kas kecil terdiri dari formulir surat permintaan pengeluaran dana kas kecil dan bukti pengeluaran kas kecil. Pihak yang terlibat dalam pengeluaran atau penggunaan dana kas kecil adalah Pemegang Dana Kas Kecil dan bagian yang menggunakan (pemakai) dana kas kecil. Kegiatan masing-masing pihak adalah sebagai berikut :
1. Pemakai Dana Kas Kecil
  • Mengisi formulir surat permintaan pengeluaran dana kas kecil sebanyak 2 lembar untuk selanjutnya diserahkan kepada pemegang dana kas kecil.
  • Menerima uang tunai dan surat permintaan pengeluaran dari pemegang dana kas kecil.
  • Mengumpulkan bukti-bukti penggunaan dana kas kecil untuk dijadikan pendukung bukti pengeluaran kas kecil.
  • Mengisi formulir bukti pengeluaran kas kecil berdasarkan data bukti pendukung.
  • Menyerahkan bukti pengeluaran kas kecil, bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1 kepada pemegang dana kas kecil.
  • Menerima surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar ke 2 yang telah di cap lunas dari pemegang dana kas kecil untuk di arsipkan.
2. Pemegang Dana Kas Kecil
  • Menerima surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1 dan 2 dari bagian yang memerlukan dana (pemakai).
  • Menyerahkan uang tunai dan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1 kepada pemakai dana kas kecil.
  • Menerima bukti pengeluaran kas kecil, bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran kas kecil lembar 1 dari pemakai dana kas kecil sebagai bukti pertanggung jawaban.
  • Membubuhkan cap lunas pada bukti pengeluaran kas kecil, bukti-bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1 dan 2.
  • Menyerahkan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 2 yang telah di cap lunas kepada pemakai dana kas kecil.
  • Menyimpan bukti pengeluaran kas kecil, bukti-bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1. Dokumen-dokumen tersebut diserahkan kepada bagian hutang pada saat pengajuan permintaan pengisian kembali dana kas kecil.
PENGISIAN KEMBALI DANA KAS KECIL
a. fungsi pemegang dana kas kecil.
1. pemegang as kecil membuat permintaan pengisian kembali kas kecil PP3K
2. menyerahkan PP3K lembar 1 dan 2,BPKK, dan dokumen pendukung kepada bagian utang
3. menerima bukti kas keluar (BKK) lembar 3 dan cek bagian utang
4. mengunakan cek ke bank
5. menyimpan uang tunai
6. mengarsipkan BKK lembar 3
b. fungsi bagian utang
 berikut ini merupakan tugas bagian utang
1. menerima PP3K lembar 1 dan 2, BPKK, dan DP dari pemegang kas kecil
2. membuat bukti kas keluar (BKK) sebanyak 3 lembar
3. berdasarkan BKK lembar 1 diisi register bukti kas keluar
4. BKK lembar 2 dan PP3K lembar 1 di serahkan ke bagian kartu biaya (jika ada)
c. fungsi bagian kasa/kasir
 berikut ini merupakan tugas kasa/kasir
1. menerima BKK lembar 1 dan 2, PP3K lembar 2, BPKK, dan DP dari bagian utang.
2. mengisi cek dan meminta tanda tangan terhadap cek kepada direktur keuagan
3. menyerahkan cek dan BKK lembar 3 kepada pemegang dana kas kecil.
4. menyerahkan BKK lembar 1, PP3K lembar 2, BPKK, dan DP kepada bagian uatang setelah membutuhkan cap lunas pada BKK dan dokumen pendukungnya dan mencatat nomor cek pada BKK.
5. BKK lembar 1 dan 3, PP3K lembar 2, BPKK, dan dokumen pendukung di serahkan ke bagian kasa.
6. menerima cek, BKK lembar 1, PP3K lembar 2, BPKK, dan DP dari kasa setelah membubuhkan cap lunas pada BKK dan dokumen pendukungnya dan mencatat nomer cek pada BKK.
7. mengisi register bukti kas keluar berdasarkan PP3K lembar 1.
8. menyerahkan PP3K lembar 1 dan 2, BPKK, dan dokumen pendukung kepada bagian jurnal.
d. bagian jurnal
 berikut ini merupakan tugas pemegang dana kas kecil.
1. menerima BKK lembar 1, PP3K, BPKK, dan DP dari bagian utang.
2. mengisi register cek dari BKK lembar 1.
3. mengarsipkan BKK lembar 1, PP3K, BPKK, dan DP menurut nomor urut.
Mutasi/perubahan kas pada dasarnya adalah akibat adanya penerimaan dan pengeluaran dana. Dana kas kecil diterima kas umum dan dikeluarkan melalui bagian pemakai dana. Transaksi yang mengakibatkan terjadinya mutasi adalah sebagai berikut:
a. Transaksi pembentukan dana kas kecil sebesar jumlah menurut keputusan kepala bagian keuangan. Dokumen transaksi tersebut ialah sebagai berikut:
  • Bukti pengeluaran kas yang dibuat oleh bagian hutang.
  • Surat keputusan kepala bagian keuangan sebagai dokumen pendukung.
b. Transaksi pemakaian dana kas kecil melalui bagian-bagian pemakai dana, dokumen transaksi tersebut ialah sebagai berikut:
  • Bukti pengeluaran kas kecil yang dibuat bagian-bagian pemakai dana.
  • Bukti penggunaan dana seperti, nota kontan, kuitansi yang dibuat pihak luar perusahaan sebagai dokumen pendukung.
  • Surat permintaan pengeluaran dana kas kecil yang dibuat bagian-bagian pemakai sebagai dokumen pendukung.
c. Transaksi pengisian kembali dana kas kecil, dokumen transaksinya adalah sebagai berikut:
  • Bukti pengeluaran kas yang dibuat bagian hutang.
  • Surat permintaan pengisian kembali dana kas kecil sebagai dokumen pendukung dibuat oleh pemegang dana kas kecil.
  • Bukti pengeluaran kas kecil sebagai dokumen pendukung dibuat oleh bagian-bagian pemakai dana kas kecil.
DOKUMEN / BUKTI PENGELOLAAN DANA KAS KECIL
  1. Bukti Kas Keluar (BKK)
Bukti Kas Keluar (BKK) adalah dokumen yang berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas dari fungsi (bagian) akuntansi kepada fungsi (bagian) kas besar yang tercantum dalam dokumen tersebut. Dokumen ini dalam kaitannya dengan kas pengelolaan kas kecil, biasanya diperlukan pada transaksi pembentukan dana kas kecil dan pada saat pengisian kembali kas kecil.
Bentuk bukti kas keluar sangat bervariatif antar perusahaan. Berikut ini adalah salah satu contoh saja dari bukti kas keluar:
PD ADIL SEJAHTERA
Jl. TEKNOLOGI No 144 JATEN KARANGANYAR
SOLO JAWA TENGAH
BUKTI PENGELUARAN KAS Nomor : BKK12-6
Tanggal : 2 Desember 2009
 Nomor Cek : CP12-006 Tanggal Cek : 2/12/2009PCek
Dibayar kepada
Bendahara Kas Kecil
Jumlah Dibayar
Rp. 5.000.000,00
Dengan Huruf
Lima juta rupiah
Keterangan
Pembentukan Dana Kas Kecil
Disetujui Oleh Dibukukan Oleh Dibayar oleh
(Joko Pramono,S.Pd.) (Rosiyati, S.E.) (Imelda Yooshika,S.TP)
Gambar 1.1 BKK untuk Pembentukan dana Kas kecil
Gambar 1.1. BUKTI PENGELUARAN KAS
  1. Cek (Cheque)
Cek merupakan dokumen yang digunakan untuk memerintahkan bank melakukan pembayaran sejumlah uang tertentu kepada orang/badan yang namanya tercantum pada cek atau pembawa cek.
Terkait dengan pengelolaan dana kas kecil, biasanya cek ini dibuat oleh kasir kas besar setelah bukti kas keluar pembentukan dana kas kecil disetujui oleh manajer/direktur keuangan perusahaan kemudian diserahkan kepada kasir kas kecil untuk dicairkan dana kas kecil yang dibentuk ke bank.
Bentuk Cek tiap bank agak berbeda, namun subtansinya sama. Berikut ini adalah contoh cek:

BANK YOGA ARTA



BANK YOGA ARTA





Cabang Surakarta



Cabang Surakarta

No. Cek AA 098


No. Rek. Giro: 32.43.5844.3



No. Rek. Giro: 32.43.5844.3

Tgl. 2 –Desember- 2009













No. Cek AA 098










Tgl. 2 –Desember – 2009


Atas Penyerahan cek ini bayarlah kepada




Kepada :





Ny Ratih Rosiyati atau pembawa


Ny ratih Rosiyati

Uang sejumlah Rp
Rp 5.000,000.00




Untuk Pembayaran Kas Kecil



Lima Juta rupiah



tgl. 2 – Desember – 2009










Saldo
Rp 12,750,000.00










Setoran
Rp 2.250,000.00





Karanganyar,2 Desember 2009


Pengambilan
Rp 5,000,000.00


Rp 5.000.000,00






Saldo
Rp 10.000.000.00





Joko Pramono,S.Pd









Tanda tangan dan cap stempel Perusahaan












Gambar 1.2. Cek (Cheque)
  1. Permintaan Pengeluaran Kas Kecil
Dokumen ini digunakan oleh pemakai kas kecil untuk meminta uang kepada pemegang kas kecil ketika akan melalukan pengeluaran kas kecil. Bagi pemegang kas kecil dokumen ini merupakan bukti pengeluaran. Dokumen ini diarsipkan oleh pemegang kas kecil menurut nama pengeluaran dana kas kecil tersebut.
PT ADIL SEJAHTERA
Jl. Teknologi 144 Jaten
Karanganyar Jawa Tengah
PERMINTAAN PENGELUARAN KAS KECIL
Diminta
No. PPKK 0001
Tgl.
Departemen
Disetujui
Jumlah Rupiah dengan Angka

Jumlah Rupiah dengan Huruf

Keterangan …………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….
Gambar 1.3. Permintaan Pengeluaran Kas Kecil
  1. Bukti Pengeluaran Kas Kecil
Dokumen ini dibuat oleh pemakai dana kas kecil untuk mempertanggung-jawabkan pemakaian dana kas kecil. Dokumen ini dilampiri dengan bukti-bukti pengeluaran kas kecil dan diserahkan oleh pemakai dana kas kecil kepada pemegang dana kas kecil
PT ADIL SEJAHTERA
Jl. Teknologi 144 Jaten Telp 0271 3096858
Karanganyar Jawa Tengah
BUKTI PENGELUARAN KAS KECIL
Jumlah yang diterima menurut PPKK
Rp 5.000.000,00
No BPKK 10101
Jumlah yang telah dikeluarkan
Rp 2.000.000,00
No PPKK ………….
Jumlah sisa Lebih (kurang)
Rp 3.000.000,00
Tgl …………..
Tgl.
No. Rekening
Keterangan
Jumlah (Rupiah)












Disetujui


………………….
Diperiksa


……………………
Dibuat Oleh


………………………….
Gambar 1.4 Bukti Pengeluaran Kas Kecil
  1. Permintaan Pengisian Kembali Kas Kecil
Jika persediaan kas kecil sudah menipis maka pemegang kas kecil menggunakan dokumen permintaan Pengisian Kembali Kas Kecil untuk menambah saldo kas kecil agar saldonya sama seperti pada waktu pembentukan dana kas kecil. Pemegang kas kecil mengajukan dokumen ini kepada kasir kas besar. Mekanisme selanjutnya seperti pada saat pembentukan dana kas kecil.
Berikut ini adalah contoh format dokumen Permintaan Pengisian Kembali kas Kecil:
PT ADIL SEJAHTERA
Jl. Teknologi 144 Jaten Telp 0271 3096858
Karanganyar Jawa Tengah
PERMINTAAN PENGISIAN KEMBALI KAS KECIL
Tgl
No BPKK
Keterangan
Jumlah (Rp)




















Diperiksa
Dibuat
Jumlah PPKK

Jumlah BPKK

Uang Tunai

Jumlah Dana Kas Kecil

REKAPITULASI PENGELUARAN KAS KECIL
NO REK
JUMLAH
NO REK
JUMLAH












Gambar 1.5. Permintaan Pengisian Kembali Kas Kecil (PPKK)
  1. Catatan Akuntansi yang Digunakan
Catatan akuntansi yang diperlukan dalam pencatatan kas kecil antara lain:
  1. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)
Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap tranksaksi pengeluaran kas, termasuk pengeluaran kas untuk pembentukan dana kas kecil dan pengisian kembali dana kas kecil. Pencatatan ke dalam jurnal pengeluaran kas didasarkan pada bukti kas keluar yang telah dicap lunas (telah di otorisasi) oleh fungsi kas.
Bentuk Jurnal Pengeluaran Kas :
PD ADIL SEJAHTERA
JURNAL PENGELUARAN KAS
BULAN DESEMBER 2009
TGL
NO. BUKTI
KETERANGAN
NO. CEK
POS REFF
ACC. PAYABLE
SERBA-SERBI
PURCHASE DISC.
PPN Income
CASH IN BANK
NAMA AKUN
NO. AKUN
JUMLAH




















































Gambar 1.6. Jurnal Pengeluaran kas
  1. Register Check (Check Register)
Register check adalah catatan yang digunakan untuk mencatat cek perusahaan yang dikeluarkan untuk pembentukan dana kas kecil.
Contoh format register check:

PT ADIL SEJAHTERA
JL TEKNOLOGI 144 JATEN TELP 0271 3096858
KARANGANYAR JATENG
REGISTER CHECK
Tgl
Dibayarkan kepada
Bank
No. Cek
No. BKK
Jumlah (Rp)




































Gambar 1.7. Register Cek
  1. Jurnal Pengeluaran Dana Kas Kecil (Petty Cash Book)
Jurnal pengeluaran dana kas kecil digunakan untuk mencatat setiap transaksi pengeluaran kas kecil sekaligus sebagai alat distribusi pendebitan yang timbul sebagai akibat pengeluaran dana kas kecil.
Contoh Petty Cash Book :                          UD ADIL SEJAHTERA
PETTY CASH BOOK
Bulan: Desember 2009
TANGGAL
NO. BUKTI
KETERANGAN
DEBET
KREDIT
NAMA AKUN
NO.AKUN
JUMLAH
PETTY CASH
























Gambar 1.8. Jurnal pengeluaran Kas Kecil
2.         METODE DANA KAS KECIL :
  • IMPREST FUND SYSTEM
Dengan metode Imprest dana kas kecil ditetapkan dalam jumlah yang relatif tetap. Artinya sepanjang jumlah dana yang telah ditetapkan dianggap cukup untuk pengeluaran kas kecil dalam suatu periode tertentu, jumlah dana kas kecil tidak dinaikkan atau diturunkan.
Ciri-cirinya :
1. Bukti-bukti pengeluaran dana kas kecil dikumpulkan oleh pengelola dana kas kecil. Berdasarkan bukti-bukti tersebut pengelola kas kecil meminta penggantian kepada kasir kas umum.
2. Penggantian dana kas kecil dilakukan dengan penarikan cek yang sama jumlahnya dengan jumlah dana kas kecil yang telah dikeluarkan.
3. Bukti-bukti pengeluaran dana kas kecil dicatat ke dalam jurnal pengeluaran kas pada saat dilakukan penggantian kembali dana, dengan mendebet akun-akun beban yang terjadi .
  • FLUCTUATING FUND SYSTEM
Menurut metode ini dana kas kecil tidak ditetapkan dalam jumlah yang tetap, sehingga penggantian dana kas kecil tidak perlu sama dengan jumlah dana kas kecil yang telah dikeluarkan. Dengan demikian jumlah dana kas kecil akan berfluktuasi sesuai dengan jumlah yang diperlukan.
Perubahan dana kas kecil dengan metode Fluktuasi dicatat pada akun “ KAS KECIL “. Transaksi pembentukan dana pengisian kembali dana kas kecil dicatat debit akun “kas kecil”, sementara transaksi penggunaan dana kas kecil dicatat di sisi kredit. Dengan demikian akun “kas kecil” didebit dari data jurnal pengeluaran kas umum, dan dikredit dari data jurnal kas kecil yang diselenggarakan oleh pengelola kas kecil.
Dengan mendebet akun “kas kecil” setiap terjadi pengisian dana kas kecil, dan mengkredit dengan jumlah dana yang telah digunakan, saldo akun “kas kecil” akan menunjukkan saldo yang sebenarnya. Oleh karena itu dengan metode Fluktuasi tidak diperlukan penyesuaian terhadap saldo akun “kas kecil” pada akhir periode akuntansi.
1. Definisi Selisih Dana Kas Kecil
Selisih dana kas kecil adalah selisih antara kas menurut catatan dengan kas yang ada menurut penghitungan secara fisik. Apabila kas menurut penghitungan secara fisik lebih besar dari kas menurut catatan disebut “ selisih kas lebih “ ( Cash Overage ).Jika keadaan sebaliknya, disebut “ selisih kas kurang “ ( Cash Shortage ).
Penyebab terjadinya selisih kas antara lain :
1. Kehilangan akibat kekeliruan saat transaksi misalnya pada saat memberikan uang kembali
2. Jumlah uang yang diterima atau dikeluarkan lebih besar atau lebih kecil dari pada jumlah yang seharusnya dicatat. Kejadian ini biasanya terjadi karena tidak tersedia uang pecahan kecil.
2. Pencatatan selisih dana kas kecil
Adanya selisih kas mungkin diketahui pada saat transaksi yang terkait belum dicatat dalam jurnal, misalnya selisih kas yang terjadi karena pembayaran yang melebihi jumlah yang seharusnya.
Untuk mencatat selisih dana kas kecil yang diketahui sebelum pencatatan transaksi, salah satu cara adalah dengan menyediakan kolom debet dan kredit pada buku kas kecil. Kolom debet untuk mencatat selisih kas kurang dan kolom kredit untuk mencatat selisih kas lebih. Sebagai illustrasi, berikut ini contoh pencatatan selisih dana kas kecil yang diketahui sebelum transaksi yang bersangkutan dicatat ke dalam jurnal.